Everton Permalukkan Palace 2-0, Pickford Selamatkan Tiga Poin

Everton menang crystal palace 2-0 di pekan pembuka Premier League 2026/2027 tapi kalau Anda cuma lihat skor akhir, Anda akan melewatkan separuh ceritanya. Malam di Hill Dickinson Stadium bukan sekadar kemenangan biasa. Ini drama 90 menit yang dimulai dengan Palace mendominasi, hampir unggul, lalu berakhir dengan Toffees merayakan tiga poin pertama musim.

Sabtu (22/8/2026) malam, Everton menjamu Crystal Palace di kandang baru mereka. Suasana penuh semangat termasuk kunjungan Perdana Menteri Andy Burnham yang juga pemegang season ticket Everton. Di sisi lain, Palace datang dengan pelatih baru Pierre Sage setelah pergantian besar di skuad pasca kepergian Oliver Glasner.

Dua tim, dua ambisi, satu malam yang panjang.

Palace Kuasai Awal, Tapi Gigi Tumpul

Crystal Palace tampil meyakinkan di 45 menit pertama. Mereka menguasai bola, bermain atraktif, dan menciptakan peluang berkualitas tinggi. Jean-Philippe Mateta dan Eddie Nketiah jadi ancaman nyata di kotak penalti Everton.

Menit ke-17, Nketiah melepaskan tembakan dari jarak dekat. Jordan Pickford merespons dengan penyelamatan spektakuler menepis bola ke tiang gawang. Menurut Sky Sports, itu salah satu save terbaik musim ini, dan baru pekan pertama.

Belum selesai. Mateta mendapat umpan rendah dari Nketiah, berdiri di depan gawang dengan posisi ideal dan mengarahkan bola ke tiang. Lagi. Palace seharusnya sudah unggul dua gol di babak pertama, tapi hasilnya masih 0-0.

Ironisnya, data expected goals (xG) Palace di laga ini mencapai 2,04 angka tertinggi mereka dalam pertandingan Premier League tanpa cetak gol sejak Desember 2018. Royal Blue Mersey mencatat Everton hanya punya xG 1,16, jauh di bawah lawan. Tapi sepak bola tidak dihitung di atas kertas.

Pickford Sayangi Everton Sekali Lagi

jordan pickford penyelamatan everton

Kalau ada satu nama yang pantas disebut pahlawan malam itu, jawabannya jelas: Jordan Pickford.

Kiper Inggris itu tampil gemilang saat timnya sedang tertekan. Penyelamatannya ke arah tembakan Nketiah bukan sekadar reflex bagus itu momen yang bisa mengubah arah musim. Tanpa Pickford, skor bisa 2-0 untuk Palace sebelum istirahat.

David Moyes sendiri mengakui hal itu usai laga. “Kita bisa saja kebobolan dua gol. Itu penyelamatan kelas dunia,” ujar pelatih Everton. Kalimat sederhana, tapi jujur.

Bagi fans Everton, performa Pickford bukan hal baru. Tapi di laga pembuka musim saat tekanan mental paling tinggi kiper nomor satu tetap jadi fondasi paling solid.

Dua Gol yang Mengubah Malam

kiernan dewsbury-hall everton gol

Segalanya berubah menjelang turun minum. Harrison Armstrong merebut bola dari Daniel Muñoz, oper ke Kiernan Dewsbury-Hall, dan gelandang itu menyelesaikan dengan apik tembakan kaki kiri ke pojok jauh yang tidak bisa dijangkau Dean Henderson.

Gol pertama everton menang crystal palace 2-0 lahir dari transisi cepat. Armstrong, pemain 19 tahun, terlibat langsung dalam prosesnya. Moyes mempercayakan ia bermain di lini tengah bersama rekrutan baru Hayden Hackney dan keputusan itu terbayar.

Delapan menit babak kedua, gol kedua. Hackney mengambil tendangan bebas dengan cepat, Iliman Ndiaye menyilangkan bola ke kotak penalti, Thierno Barry menyundul ke gawang dari jarak dekat. Barry musim lalu baru cetak gol pertamanya di Desember; kali ini ia buka akun jauh lebih awal. ESPN menyebut gol awal Barry jadi angin segar bagi Moyes yang belum puas dengan aktivitas transfer klub.

2-0. Everton memimpin, dan permainan berubah total. Skor everton menang crystal palace 2-0 akhirnya terbentuk berkat dua momen kilat yang memanfaatkan kelemahan Palace di transisi.

xG Palace Lebih Tinggi, Tapi Poin Milik Everton

Ini bagian yang menarik dari hasil everton menang crystal palace 2-0: Palace bermain lebih baik secara statistik, tapi kalah di papan skor.

Tim Sage menciptakan lebih banyak peluang, punya xG lebih tinggi, dan seharusnya unggul. Masalahnya? Finishing. Mateta dan Nketiah gagal menuntaskan peluang emas. Di level Premier League, detail sekecil itu yang membedakan tiga poin dan kecewa pulang.

Tim Sherwood, yang mengomentari laga untuk Sky Sports, menyoroti keterbukaan Palace: “Mereka bermain terlalu terbuka. Everton punya kualitas dan kecepatan di serangan balik dan mereka menghukum.”

Sage sendiri mengakui timnya bermain terlalu lambat di babak kedua. “Ketika kami punya bola, kami tidak bermain dengan kecepatan. Lawan jadi nyaman,” katanya. Debut manajerial yang pahit untuk pelatih asal Prancis itu.

Moyes dan Skuad yang Mulai Matang

Di sisi Everton, Moyes tampak puas meski realistis. Ia memuji duo lini tengah Armstrong dan Hackney, serta kontribusi Dewsbury-Hall yang tampil dominan sepanjang laga.

“Kiernan bermain luar biasa. Harrison mendapat kesempatan di sini, di klub lain mungkin tidak. Hayden dari Championship biasanya butuh waktu adaptasi, tapi ia langsung tampil bagus,” ujar Moyes.

Kemenangan ini juga jadi kemenangan pekan pembuka pertama Everton dalam lima tahun terakhir. Bagi suporter Toffees, hasil everton menang crystal palace 2-0 di malam itu terasa seperti napas lega setelah penantian panjang.

Sementara itu, pekan pembuka Liga Inggris secara keseluruhan penuh kejutan. Di hari yang sama, Manchester United kalah dari Hull City dan Tottenham dibantai Brentford 3-0. Dua klub besar tumbang, sementara Everton justru membuka musim dengan senyum.

Apa Artinya Buat Sisa Musim?

Satu laga belum menentukan nasib musim itu fakta. Tapi everton menang crystal palace 2-0 memberi beberapa sinyal positif.

Pertama, Pickford masih di level terbaiknya. Kedua, Dewsbury-Hall siap jadi motor permainan. Ketiga, Barry bisa jadi andalan lini depan lebih awal dari musim lalu. Keempat, duo muda Armstrong-Hackney punya potensi besar di lini tengah.

Tentu masih ada PR. Moyes secara terbuka meminta tambahan pemain terutama di posisi bek kanan. Isu kontrak pelatih yang hampir habis juga jadi sorotan. Tapi untuk malam Sabtu itu, semua masalah bisa ditunda. Yang penting tiga poin sudah aman.

Bagi Palace, pelajaran jelas: dominasi tanpa gol tetap dominasi kosong. Mereka punya skuad yang bagus, gaya bermain menarik, dan bahkan juara Conference League musim lalu tapi hasil everton menang crystal palace 2-0 membuktikan finishing yang buruk tetap mahal harganya di Premier League.

Penutup

everton menang crystal palace 2-0 bukan kisah tim yang menguasai laga dari menit pertama. Ini kisah tim yang bertahan saat tertekan, punya kiper hebat, lalu menghukum lawan di momen yang tepat.

Palace pulang dengan frustrasi. Everton pulang dengan tiga poin dan kepercayaan diri. Musim baru baru dimulai, tapi malam di Hill Dickinson Stadium sudah memberi gambaran: Liga Inggris musim ini tidak akan mudah ditebak siapa yang naik dan siapa yang jatuh.

Dan bagi Toffees? Lima tahun menunggu kemenangan pekan pembuka akhirnya terbayar. Cukup alasan untuk tersenyum setidaknya sampai pekan depan datang.

Tinggalkan komentar