Tottenham kalah brentford 3-0 dan cara mereka kalah bikin semua orang di Inggris bertanya-tanya: buat apa belanja hampir Rp 5,5 triliun kalau hasilnya begini di pekan pertama?
Sabtu malam (22/8/2026) di Gtech Community Stadium, The Bees menenggelamkan The Lilywhites tanpa ampun. Bukan kekalahan tipis, bukan drama injury time. Ini bantai 3-0 yang bikin Spurs langsung merosot ke posisi 19 klasemen cuma satu tingkat di atas juru kunci.
Ironisnya, Brentford justru naik ke puncak klasemen sementara. Satu malam, dua cerita yang sangat kontras.
Ringkasan Laga: Brentford Main Cepat, Spurs Main Bingung
Hasil tottenham kalah brentford 3-0 sebenarnya sudah terlihat sejak menit-menit awal. Brentford bermain agresif, Spurs bermain seperti tim yang belum kenal satu sama lain.
Pertandingan berjalan 90 menit, tapi Brentford sebenarnya sudah menang sejak menit-menit awal.
Gol pertama datang menit ke-12. Rekrutan baru Mamadou Sangare merangsek ke kotak penalti, main umpan satu-dua dengan Keane Lewis-Potter, lalu tembakan keras ke pojok gawang. Lewis-Potter berdiri bebas tanpa kawalan dan itu sudah jadi petunjuk malam yang panjang buat Spurs.
Menit ke-33, gol kedua. Vitaly Janelt menyambar bola muntah hasil tepisan kiper Antonin Kinsky yang kurang sempurna. Babak pertama berakhir 2-0, dan statistiknya lebih menyakitkan: Tottenham nol tembakan tepat sasaran.
Bukan typo. Nol.
Babak kedua baru berjalan empat menit, Michael Kayode menambah gol ketiga. Lagi-lagi bermula dari bola yang gagal diamankan Kinsky. Brentford sempat dapat penalti menit ke-54, tapi Igor Thiago hanya membentur tiang. Skor tetap 3-0 sampai peluit akhir.
Kinsky Dua Kali Bikin Gawang Sendiri Kebobolan

Kalau harus tunjuk satu nama yang paling sering disebut usai laga ini, mungkin jawabannya Antonin Kinsky.
Dua gol Brentford gol Janelt dan gol Kayode sama-sama berawal dari kesalahan kiper Slovakia itu dalam mengamankan bola. Bukan masalah reflex yang lambat, tapi keputusan dan eksekusi yang bikin ruang gawang terbuka lebar.
Di level Premier League, kiper yang tidak konsisten seperti ini bisa mengubah musim jadi mimpi buruk. Apalagi Tottenham datang ke laga ini dengan ekspektasi tinggi setelah belanja besar-besaran.
Roberto De Zerbi menurunkan empat pemain baru sejak menit awal: Sandro Tonali (rekrutan rekor £100 juta), Andy Robertson, Jan Paul van Hecke, dan Marcos Senesi di lini belakang. Investasi fantastis di atas kertas. Di lapangan? Belum ada yang terlihat.
Belanja Besar, Hasil Kecil
Angka transfer Spurs di musim panas ini bikin kepala pusing: sekitar £237 juta atau setara Rp 5,5 triliun. Tonali sendirian sudah £100 juta. Mateus Fernandes (£85 juta) masuk di babak kedua. Nama-nama besar, nominal besar.
Tapi nominal besar tidak otomatis jadi poin besar. Hasil tottenham kalah brentford 3-0 membuktikan hal itu dengan sangat gamblang.
Di babak kedua, De Zerbi sudah bereaksi. Conor Gallagher dan Lucas Bergvall diganti Mateus Fernandes dan Rodrigo Bentancur. James Maddison dan Dominic Solanke juga masuk. Perubahan taktis, perubahan personel hasilnya tetap sama: gawang Spurs kebobolan lagi. Skor tottenham kalah brentford 3-0 tidak berubah sampai akhir.
Richarlison jadi ujung tombak, Mathys Tel dan Mikey Moore mendukung di lini serang. Tapi rantai serangan tidak pernah terasa tajam. Brentford bermain compact, agresif di transisi, dan memanfaatkan setiap celah yang Spurs berikan.
De Zerbi dan PR Besar Bernama Mentalitas

Ini debut kompetitif Roberto De Zerbi sebagai pelatih permanen Tottenham. Tidak bisa dibilang debut yang manis.
Sebelum laga, De Zerbi sempat menyoroti pentingnya mentalitas tim usai belanja besar. Ia tahu publik akan menilai bukan dari nominal transfer, tapi dari sikap di lapangan. Sayangnya, apa yang ditampilkan Spurs di Brentford justru kebalikannya dan skor tottenham kalah brentford 3-0 jadi bukti paling nyata.
Tim tampak goyah saat tertinggal. Tidak ada respons yang meyakinkan di babak kedua. Pressing Brentford tetap efektif, dan Spurs kesulitan membangun dari belakang. Kalau masalahnya cuma taktik, pergantian pemain di istirahat seharusnya bisa mengubah arah. Tapi kalau masalahnya mentalitas, butuh waktu lebih panjang dan itu PR serius buat pelatih baru.
Beberapa pihak di media Inggris sudah mulai mempertanyakan apakah belanja besar tanpa fondasi mental yang kuat cuma bikin tekanan tambahan. Spurs punya skuad yang lebih mahal, ekspektasi yang lebih tinggi, dan sekarang hasil yang sangat jauh dari harapan.
Dampak ke Klasemen: Spurs Terpuruk, Brentford di Puncak
Hasil ini langsung mengguncang klasemen Liga Inggris pekan pembuka.
Tottenham merosot ke posisi 19 dengan selisih gol -3. Di hari yang sama, Manchester United juga tumbang di markas Hull City 0-2 dua klub besar Inggris kena kejutan di pekan pertama. Sementara itu, Brentford naik ke puncak klasemen sementara usai tottenham kalah brentford 3-0 di kandang sendiri.
Bagi Brentford, kemenangan ini bukan kebetulan. Sangare langsung berimpact sejak menit awal. Lewis-Potter tajam. Janelt dan Kayode memanfaatkan momen. Keith Andrews punya rencana yang jelas, dan pemainnya menjalankannya dengan disiplin.
Bagi Spurs, pekan depan jadi ujian mental. Mereka harus bangkit di kandang sendiri dan membuktikan bahwa tottenham kalah brentford 3-0 bukan cerminan musim yang akan datang.
Apa yang Bisa Diambil dari Kekalahan Ini?
Jujur, ada beberapa hal yang perlu Spurs evaluasi cepat.
Pertama, posisi kiper. Kinsky sudah jadi sorotan di dua gol, dan kiper adalah posisi yang tidak bisa terus-menerus jadi tanda tanya. Kedua, integrasi pemain baru. Tonali, Robertson, van Hecke semua bermain sejak awal, tapi chemistry belum terbentuk. Ketiga, respons saat tertinggal. Tim besar seharusnya punya karakter untuk bangkit, bukan menerima nasib.
Kejadian tottenham kalah brentford 3-0 juga jadi pengingat buat klub-klub lain: belanja besar di bursa transfer tidak menjamin apa pun di lapangan. Yang menentukan tetap performa, mentalitas, dan detail-detail kecil termasuk bagaimana kiper mengamankan bola di depan gawang sendiri.
Penutup
Musim baru Premier League 2026/2027 baru satu pekan, tapi drama sudah datang lebih dulu. tottenham kalah brentford 3-0 jadi salah satu hasil paling mengejutkan di pekan pembuka — bukan karena Brentford tidak bagus, tapi karena ekspektasi terhadap Spurs begitu tinggi setelah belanja fantastis.
De Zerbi masih punya waktu panjang. Musim baru saja dimulai, dan satu kekalahan belum menentukan nasib. Tapi kalau pola yang sama terulang blunder kiper, mentalitas goyah, serangan tumpul tekanan ke arahnya akan cepat meningkat.
Brentford? Mereka pantas dapat pujian. The Bees sengat The Lilywhites, dan sengatan itu terasa sampai ke papan klasemen.
Satu pekan, satu kejutan. Liga Inggris memang tidak pernah bosan.
Sumber referensi: